Minggu, 01 Mei 2011

25 April 2011 - SENIN - Akhir Perjalanan



10 : 00 - Gua Batu Cermin, gua stalaktit stalakmit , ada banyak fosil ikan dan laba2 beracun.Perlu membungkuk ria dan setengah merayap tanpa menyentuh dinding karena banyak laba-laba cantik namun beracun yang menempel. Gua ini ditemukan oleh misionaris Belanda, Van Houten abad 18.

11:00 - dari Riung melihat view pelabuhan Labuhan Bajo, cantiknya…..serasa pemandangan pulau2 di negeri sakura. Mirip banget. Lalu minum es teler ala Flores, tanpa buah samasekali, sebagai gantinya isi biji sagu, ketan item, kacang goreng, nata decoco, kayanya sih lebih pas kalo dikasi nama Es Nano2 dibandingkan es teler. Hehehe……

12:00 - Philemon Sea Food Restaurant , dengan pemandangan pelabuhan Flores, jalan Yos sudarso. Tumben makan besar dah, ikan krapu bakar, ikan kuah asam, lalapan terong, dan udang bakar, maknyus nya……, dibayari pula, malu berat, tidak sepantasnya perjalanan melibatkan aparatur negara. Tapi mau gimana lagi ? Thanks beribu pak Leman, ajudan papa Rahma yang udah nganterin kemana2, kurang nyaman bagiku, prefer go ourself lah, again be flexible ajah……Next trip semoga tidak terjadi seperti ini lagi, semoga.....

15:00 - Menunggu Merpati mendarat di bandara Komodo selanjutnya perjalanan menjajal stamina inipun berakhir, selamat tinggal Komodo & Pink Beach , very nice wonderful trip, berikut wonderful members. Dan yang paling penting, ternyata my body still utuh dan stamina-pun OK2 aja, sippppp……next trip kemana ya ………hahaha, keterusan nih…….Thanks GOD for ur blessing, tak sanggup kuucapkan.

T-E-R-I-M-A-K-A-S-I-H

24 April 2011 MINGGU - Akhir Pelayaran


08:45 - Tibalah kami di pulau terakhir yakni pulau Rinca, kapal merapat di dermaga Loh Buaya (Teluk Komodo) . Populasi komodo terbanyak adalah di pulau Rinca. Lebih kurang 1200 komodo. Kami menuju base camp komodo , ada café kecil , gubuk istirahat dan toilet di sana. Banyak juga komodo2 kecil wara wiri. Di dekat dapur para ranger, kami menjumpai lebih kurang 9 komodo yang sedang siap mencari makanan. Sempat panik, karena salah satu komodo menjadi agresif terhadap kelompok kami dan mengejar , kami lari berbalik arah, namun di belakangpun ada komodo menuju arah kami , wah.... sempet panik, untunglah para ranger sudah siap siaga menghadang si komodo2 ini.
OMG, seru tegang seram mendebarkan. Olala......... olala……!!!!!




13: 00 - Long track di siang bolong, dengan jalur becek dan berlumpur, banyak yang sudah tidak tahan karena teriknya matahari. Yang terlihat hanya kebo2 dengan ekornya yang egal egol , berikut monyet2 pohon bakau, komodo2 rupanya tidak ingin menunjukkan diri. Route di Rinca ini lebih panjang dan jarang ada pohon pelindung, sehingga panas menyengat betul2 terasa di kulit. Terutama bagi para expatriat tentunya tidak mudah berjalan di panas terik seperti ini, sehingga mereka tidak mau istrirahat, maunya cepat-cepat berjalan, aku juga setuju sih, karena begitu istirahat, semangat kita akan mengendur. Teringat pendakian gunung Sinai tahun 2003, yang kuturuni dalam waktu 3 jam saja dengan setengah berlari, tanpa istirahat, karena aku tahu, bila aku istirahat pasti semangatku langsung drop. Jadi biar panas, jalan aja terus, hayo semangat semangat, fighting fighting …….. gambare , gambare…………..!!!!! Dan ketika kutiba di kapal, si orang Rusia mengacungkan jempolnya untukku, wah …bisa jadi dia terpesona dengan jalanku yang cepat, jangan-jangan komodo kalah cepat dengan jalanku tadi ya, GR jadinya …….hihihihi…….


17:00 - Kapal berlabuh di Labuan Bajo , pelabuhan Manggarai Barat , Flores Barat, grup kami dijemput oleh Green Ville Hotel, tempat kami akan bermalam. Tibalah perpisahan , foto sana sini, masing2 memberikan tip seadanya untuk para ABK dan kapten dan nahkoda yang telah berusaha keras membantu kami menyelesaikan trip ini, terimakasih semuanya. Siapa tahu ketemu lagi di trip berikutnya.Semoga.....

Melepas lelah menikmati welcome drink dan membersihkan tubuh , ough......baru terasa menginjak bumi, pegal linu hilang semua, hanya cape terasa. Beberapa teman tepar, dan aku leyeh-leyeh sembari nonton serial korea, makan malam ayam goreng lalapan, Dong Mon lama gak nonton serial korea, ternyata di hotel menyajikan serial Hanryu ini seharian penuh, wew......, orang Flores juga demen nonton Korea kliatannya, hehhehe......

23 April 2011 - SABTU " syeru , tegang , doki-doki "

03:00 - pagi buta
Nahkoda menghentikan mesin kapal, hujan semakin deras. Anginpun tak mau kalah, semakin kencang bertiup, berlomba bersama derasnya hujan. Terasa ombak semakin kuat menghantam awal kapal, kami semua turut terbangun dan mabuk laut. Cepat-cepat kuminum si antimo. Tapi tetap tidak menolong, terpaksa kukeluarkan kepalaku dari celah terpal dan mengeluarkan isinya, namun tetap mabuk kliyengan. Bener-bener gak nginjek bumi. Wajah kapten Yo2k agak pucat , memerintahkan para ABK untuk menurunkan life jacket, menjaga kemungkinan terburuk. Kutak sanggup membuka mata lagi, karena mabuk laut ini. Goncangan ombak masih kuat menghantam kapal kecil ini. Kupejamkan mata dan berdoa berserah diri pada alam semesta. Bila memang waktuNya, apa mau dikata. P-A-S-R-A-H hingga jatuh tertidur. SaatNya belum tiba, kapal kembali melanjutkan perjalanan kembali.

06:30 - Terbangun dalam keadaan basah-basahan karena badai hujan semalam, agak lemas juga. Matras, bantal , tas , baju semua basah kuyup. Kucepat minum pil tolak angin dan vitamin, semoga stamina-ku tetap terjaga, huh…jangan sampai ambrol sebelum perjalanan ke Komodo ini usai. Breakfast dengan pan cake, berselai nenas. Kopi hangat. Kusantap pan cake dengan semangat.Terasa badan segar kembali, tetaplah segar badan, hanya dengan si SOUL kutak bisa sampai di tempat, my BODY juga harus teteup FIT barulah tercapai .
Gambare! Gambare!! Gambare!!!


10:00 - Tiba di Gili Laba. Kapal merapat 20 meter dari pantai, bergantian kami naik sekoci ke daratan. Terlihat teman-teman mulai mendaki bukit Gili Laba. Lumayan tinggi. Wah..... dengkulku keliatannya mulai protes dengan pendakian, sehingga aku hanya mencapai setengah dari bukit Gili Laba dan berhenti menikmati view disana. Pemandangan sangat indah. Terlalu indah dan tiada kata yang bisa melukiskannya. Mungkin ini pemandangan terindah sepanjang perjalanan, sangat asri dan alami, belum terjamah oleh manusia. Sekeliling bukit seolah terbelah laut dan biru turkois mewarnai sekitarnya. Terkagum-kagum , ternganga-nganga, sambil menuruni bukit , aku menyempatkan diri untuk mengabadikan keindahan alamsemesta. Cantikkkkknya si Gili Laba ini.

Di pantai, aku melihat pak Tip si nahkoda bersekoci ria memancing cumi, akupun ikutan dan kami bersekoci memancing cumi, dapat 3 ekor, lumayan besar juga , tapi keliatannya pada marah, mereka menyemprotkan tintanya ke celana ku, huh …. bopeng2 jadinya celanaku . Tinta alami made in si cumi2.

12:00 - Makan siang , nasi putih plus capcai2an ditambah ayam saos kecap inggris, hm….. akhirnya 4 ayam itu masuk juga ke perut kami. Kupikir untuk jatah komodo, ternyata…… itu jatah kitorang. Hahahaha.......


Perjalanan lanjut ke Pink Beach , atau disebut juga Red Beach, dimana pantai ini terlihat kemerah-merahan karena pasir halusnya bercampur dengan coral merah yang hancur digerus ombak. Sebenarnya ini highlight trip ku pribadi, aku ingin turun dan menyaksikan sendiri si pink beach ini. Kapal berhenti 50 meter dari pantai, dan kami langsung nyebur ke laut, oughhhh...... airnya dingiiiiinnnn sekali, brrrrrr…..tidak kuduga tidak kusangka. Oopsss…. Cepat2 kami berenang ke arah pantai, arus ternyata cukup kuat. Di pantai yang masih alami dan bersih itu, kami leyeh2 ala dugong kesasar , berendam, bercanda ria, sambil menikmati indahnya pink beach ini, tidak secantik yang kuduga, kupikir pasirnya sebesar biji merica seperti juga di Kuta Lombok, tapi ternyata pasir halus. Tapi fenomena ini indah, begitu terkena ombak, warnanya memerah dan ketika ombak menjauh warnanya tidak semerah tadi. Hm……


Kira-kira bermain setengah jam di pantai, kami ber snorkling ria di sekeliling pantai. Pemandangan dasar laut tidaklah seindah terumbu karang Menjangan, tapi anemon lautnya sangat bervariasi , jumlahnya banyak dan besar-besar. Dan masih sangat alami. Masing-masing punya kelebihannya. Karena arus kuat, kami renang memutar menuju kapal. Hampir saja temanku si manusia langka Rudi kejepit kapal lain, mengerikan…. untunglah tak ada hil yang mustahal.

Lanjut ke pulau Komodo, highlight trip ini adalah menjenguk si komodo2 ini, agak syerem juga sih , seru plus tegang pula. Mana perutku mules2 lagian, seharian berbasah2 ria soalnya. Para rangers sudah mengingatkan bagi yang come moon sebaiknya jangan ikut-an tracking, karena penciuman si komodo terhadap bangkai dan darah ruarrrbiasa tajam, hm......serem jadinya ach....



16:00 - Tracking menjenguk komodo dimulai, dibantu dengan 3 rangers (pemandu melihat komodo, bukan pawang , komodo tidak mengenal pawang). Para ranger membawa tongkat berbentuk ketapel panjang (tongkat 2 meter berujung huruf Y, yang gunanya untuk menyodok hidung/mulut ataupun leher si komodo , ternyata komodo lemah di bagian lehernya). Sedikit serba serbi tentang Varanus Komodoensis ini :

• Makhluk karnifora pemakan daging dan kanibal , alias saling memakan satu sama lain, walaupun anaknya, kalo dia laper pasti disikat juga, oopsss..... bener2 makhluk primitip tip tip…

• Yang tua bisa diserang yang muda, dan yang kecil bisa diserang yang gedean dan mereka bisa lari ke pohon. Si betina terpanjang 2 meter dan si jantan terpanjang 3 meter.

• Kecepatan larinya 20 km/hour dan lurus, thus... kalo dikejer, larilah zigzag. Tapi kalo makin deket , ya pasrah aja , siap meregang maut.

• Penciumannya sangat tajam, jarak 10 km dia sudah bisa membaui darah, dan menjadi agresif.

• Memiliki 60 jenis bakteri di air liurnya , sehingga dia sanggup melumpuhkan dan mematikan lawannya seperti kebo yang berbadan lebih besar dan kokoh. Dia menggigit, lalu dengan sabar menunggu korbannya lemas, mati barulah disikat rame-rame, model "megibung" kalo di Bali. ngeri amat ya....

• Memiliki antena di jidat di tengah di atas matanya, sehingga dia sangat agresif bila merasakan ada kaki2 bergelantungan di beranda rumah panggung. Umumnya di pulau komodo, penduduk setempat membangun rumah panggung.

• Memiliki 2 penis , seperti bebek , gak percaya ? check ur self aja lah......, xi xi xi......

Dulu kambing2 digantung untuk atraksi para tamu yang ingin melihat keganasan komodo ini, tapi sekarang tidak lagi, komodo dibiarkan mencari mangsanya secara alami, ada banyak monyet, kebo, ular kobra, babi hutan dan rusa di pulau Komodo. Fasilitasnya cukup memadai, mungkin karena baru habis dikunjungi oleh Menteri A.Bakri sehingga toiletnyapun kinclong, wew….. kaya toilet hotel bintang 5, tempat pariwisata seharusnya punya standard, gak perlu bagus2 amat, yang penting fungsi dan kebersihannya dijaga , begitulah , kuberkhayal seandainya aku jadi menteri kebersihan. Yang sekarang ini toiletnya terlalu “wah” untuk tempat alami seperti pulau komodo, selalu bangunan pariwisata Indonesia tidak sesuai pada tempatnya, huh…. protes lagi ……kebiasan burukku kumat….hahahaha…..

Kami berjalan beriring-iringan dalam sepi , hanya suara kaki2 menapak. Agak becek dan berlumpur. Untunglah, aku hanya pakai sandal jepit, secara umum semua pakai sandal sih. Dan di sana , setelah 5 menit kami berjalan, terlihat si VK atau ORA (bhs setempat) alias komodo ini sedang leyeh2, semua exciting dan mulai mengambil foto sana sini. Dia adalah komodo pertama yang kami jumpai. Cukup panjang, mungkin ini jantan. Dari jarak 2 meter kami beraksi , berfoto ruame2 dan komodo dijaga oleh para ranger. Kelihatannya dia sudah kenyang makan, jadi tidak agresif. Seperti juga ular, dia mampu bertahan 2 minggu tidak makan. Ya ….. jenis binatang melata , sifat umumnya mirip dan mempunya lidah bercabang. Kami melanjutkan perjalanan hampir 2 jam ke atas bukit, naik turun, tapi tidak menemukan komodo2 lainnya. Pemandangan di atas bukit yang penuh dengan pohon bidara (“bekul” in Bali) sangatlah indah. Seperti di Gili Laba, banyak gugusan bukit yang terbelah oleh laut dan indah sekali. Terlihat seperti di postcard alam Indonesia. Cuuuantiknyaaaaa.........


Pulangnya dekat pantai, kami menjumpai beberapa komodo besar sedang leyeh-leyeh. Satu diantaranya berjalan dengan muka terangkat, jumawanya si komodo ini. Hm… puas sudah melihat komodo. Akhirnya kuberhasil menyaksikan sendiri keberadaaan si komodo di habitat aslinya.


Kami kembali ke kapal dan pelayaran lanjut ke pulau Kalong yang tidak terlalu jauh dari pulau Komodo. Sunset terlihat sangat indah, beda dengan sunset yang pernah kulihat, mungkin karena langit yang cerah tanpa polusi, begitu sunset selesai, maka para dracula draculi beterbangan di sana. Wow……! Cuaca hari ini sungguh bersahabat, langit gelap bertaburan kelap kelip bintang sana sini, OMG …cantik sekali……. Kami ngobrol ngalor ngidul di dek kapal. Beberapa teman Indonesia pergi ke pulau komodo untuk berbilas air tawar.
Malam terakhir di kapal Medang Jaya. Kudu dipuas-puasin ajalah.

Dan bule2pun menenggak bir Bintang, sungguh tiada hari tanpa Bintang Beer dari awal pelayaran. Bagi mereka bir gak beda dengan mineral water . dan mineral water yang ada untuk sikat gigi dan guyur2, OMG ……kebablasan menurutku. Untunglah dijatah. Ngantuk mulai menggayut mata, terasa berat dan berangkatlah aku ke pulau kapuk, ssssstttttsssss………zzzzzzz……@#$$%%^^&&&***(()))!@###zzzzzz.......

22 April 2011 - JUMAT - Tandus but Teuteup Ijo Royo-royo


07:30 - Kapal merapat di perkampungan Medang Bajo untuk mengambil beberapa perlengkapan dan matras. Anak2 kampung banyak berdatangan mengelu-ngelukan kedatangan kami untuk bermain bersama mereka. Tawa canda terdengar, walaupun bahasa tak dimengerti namun bahasa tubuh dan senyum keramahan  melumerkan kekakuan. David dari negara Don Quisot de la Mancha berkejar2an bersama anak2 itu. Teman-teman banyak yang turun dan masuk ke perkampungan. Explorer sejati, selalu ingin tahu ada apa di sana .....Mata pencarian penduduk setempat sebagai nelayan, hidup miskin, susah mendapat air bersih. Namun motor bodong alias motor tanpa plat banyak ada di sini. Begitu laporan teman-teman yang mendarat. Hm…….


08:30 - Perjalanan lanjut ke Pulau Moyo. Di sini kami terjun renang dari kapal ke pantai. Beriringan kami berjalan menuju ke air terjun undakan Mata Dituju. Hujan semalam membuat jalan tanah hutan kecil becek dan licin. Menyeberangi 3 sungai kecil , tibalah kami di air terjun Mata Dituju, sesuai namanya, mata kami segera tertuju pada ketinggian puncak air terjun terpesona oleh keindahan air terjun berundak-undak tersebut. I-N-D-A-H……. Segera saja semua berlomba2 naik ke atas, katanya tidak licin, karena kapur yang mengeras, tapi airnya coklat bercampur lumpur yang dibawa hujan. Bagiku cukup menikmati dari bawah saja, biarkan yang muda-muda menantang dan menaklukkan alam. Yang tua cukup tahu diri, menikmati semua apa adanya. Hm……


10:30 - Perjalanan lanjut ke pulau Satonda - Dompu melihat danau air asin Satonda. Kawah, yang kini menjadi danau, diduga merupakan akibat dari letusan gunung 10.000 tahun silam. Airnya asin merupakan akibat dari tsunami letusan Gunung Tambora 1815. Hanya ada satu jenis ikan yang hidup di danau itu. Mirip si doctor  fish - Garra Ruffa. Di kedalaman sana terdapat rongga yang mehubungkan danau dengan laut. Sehingga jika air laut pasang, air danau ikut pasang. Untuk mencapai Danau Satonda dari dermaga, pengunjung cukup berjalan mengikuti tapak batu selama sekitar sepuluh menit. Entah bagaimana air danau ini bisa terasa asin, teman2 semua langsung terjun dan bermain di danau. Badan terasa kurang fit, sehingga aku hanya duduk santai di tepi danau , di bawah pohon Kalibuda (pohon harapan) yang penuh dengan batu2 dan coral2 , ada sandal juga bergelantungan. Menurut kepercayaan setempat, setiap orang yang mengunjungi danau tersebut harus menggantung batu atau coral dan “make a wish, so your dream will come true”, kata Yo2k si drunken master, then temen2 pun berlomba-lomba menggantungkan batu di sana. Hm……ajaib, pohon berbuah batu, hati2 aja jangan kena kepala.  Toeing…….. toeing……….


12:30 - Makan siang, saat yang paling ditunggu-tunggu. Menu hari ini adalah nasi putih, mie goreng dan sup sayur, seadanya. Tapi tetep nikmat karena lapar, dan tentu juga karena tidak ada pilihan lain. Apapun itu patut disyukuri.

Pelajaran hari ini , “BERSYUKURLAH SELALU “ dalam berbagai situasi & kondisi.

Selesai makan, perjalananpun terpanjang via laut dilanjutkan, 17 jam pelayaran

menuju Gili Laba. Sepanjang perjalanan via laut ini, terlihat gugusan bukit-bukit berjejer walaupun tandus tapi tetap menghijau, indah sekali. Yang paling terasa selama pelayaran adalah bahwa sesungguhnya Indonesia ini sungguh cantik, ibarat dara desa yang belum mengenal polesan make up, apa adanya. Masih alami. Masih perawan. I-N-D-A-H……… nya alam semesta. Senja menggayut, malampun tiba, makan malam seadanya. Angin lumayan kencang bertiup. Tengah malam , aku terbangun, terasa badai hujan mulai menggoncang kapal. Semua terserang si setan mabuk laut.....@#$%****#$%%^**** mabukkkkkkk........

Sabtu, 30 April 2011

21 April 2011 - KAMIS - Awal Perjalanan dari Lombok ke Flores


08:25 - Perjalanan berawal dari pendaratan jejak kaki Dong Mon di bandara Selaparang bersama dua dara muda , Arum si Bola Bekel Lincah & Lu2 si Lembut Jari Menari bersama  si pemuda langka , Rudi . Kami dijemput Pak Gilang dari Kencana Tur , dan menunggu kedatangan si Gegap Gempita alias Rahma di depan supermarket Mario. Ada sedikit kepanikan karena si Rahma tak tampak batang hidungnya, kemana gerangan dara ini ?Untunglah akhirnya si dara Rahma nongol juga, perjalanan berlanjut menuju Senggigi , berkumpul di kantor Kencana Tur, sambil menunggu kedatangan peserta explorer lainnya, tentu saja berbelanja keperluan yang kurang selama di perjalanan laut , ya …tetep sambil berhuaha-huihihi.

9:20 - Senggigi tak banyak berubah setelah 5 tahun terakhir kunjunganku, hanya cafe2 keliatannya semakin menjamur. Tapi teuteup aja masih kalah jauh dibandingkan Bali Selatan. Lumayan lama menunggu peserta rombongan backpackers lain, perutpun mulai bernyanyi, irama kroncong pula. Kami memutuskan untuk makan siang seadanya di restoran Padang di sebelah kantor itu.

11:30 – Peserta telah komplit, selesai penjelasan kami naik bis menuju lombok Timur, menuju pelabuhan Kayangan. Di perjalanan bis mampir untuk mengambil ransum makan siang mie goreng, berikut berpuluh2 nanas (gak kebayang bentuk mukaku pasti bernenas-nenas kalo makan segitu buanyaknya nenas, huahaha huihihi…..), lalu 4 ekor ayam yang masih berkokok petok, dan lain sebagainya.


14:30 Tibalah di pelabuhan Kayangan dan perjalanan ala pengungsi-pun dimulai, kami diangkut oleh si Medang Jaya sebuah kapal mini phinisi(?) berkapasitas 20 orang, tapi penumpang ternyata 7 orang Indonesia ditambah 15 bule plus ABK 5 orang , total 27 orang plus si ayam 4 ekor extra plus barang2 lainnya. Semoga selamat tiba di tujuan aja, doaku ,ketika melihat kapal mungil itu jadi penuh sesak.

Hm…… yang pasti , bukan “agak” lagi , tapi sangatlah deg-degan plus exciting menjajal stamina yang semakin uzur, karena dengkul-ku yang mulai berkreyot-an, setelah sekian lama bertapa, tidak ber-explore ria lagi, mungkin ini menjadi satu shock therapy bagi tubuhku sendiri, sebrapa kuat aku bisa bertahan dalam keadaan seadanya. Doki-doki deh, hm……tapi sapa takyut ????? go go go Flores, P-I-N-K B-E-A-C-H

Nenek moyangku orang pelaut …..nahkoda nya orang Bugis, pak Tip (lupa2 inget namanya) memang jago membaca peta laut, hm…

Sepanjang pelayaran , hari pertama terasa nyaman, grup Indonesia seperti biasa selalu penuh canda ria huahaha-huihihi. Belum bisa nyampur antara expatriat dan local backpackers. Belum kenal maka tak sayang tho ….. Ombak laut mulai menggoyang menari bersama Medang Jaya.Yang paling kutakutkan adalah kebersihan toilet di kapal kecil ini . Dalam bayanganku,  pasti kotor kaya di ferry Jawa Bali ternyata meleset adanya. Cukup bersih dan selama perjalanan, semua menjaga kebersihannya, sehingga terasa nyaman aman terkendali. Pemandangan laut dan gugusan bukit ijo royo2 menghiasi sepanjang perjalanan. Damai damai damai……..

19:00- Kapal berhenti di dekat Gili Bedil. Tikar digelar, kami berkumpul di tengah kapal, siap menyerbu hidangan makan malam nasi goreng ala pak kapten Yo2k, merangkap sebagai kapten Hook juga Cook mengeluarkan jurus pendekar mabuk alias “drunken master”. Maknyus masakannya. Ditambah si pencuci mulut , manisnya si nanas madu. Selesai makan, kami bercengkrama sana sini, berkenalan satu sama lain dan bermalamlah kami dalam kapal itu sambil dibuai ombak. Terdengar dengkuran saling bersahutan, tidur jejeran ala pindang, kaki-kaki saling melintang sodok menyodok, inilah tantangannya, harus bisa tidur dalam keadaan apapun juga.

Belajar 1 kata penting : "FLEKSIBEL" ajah…..!!!

Entah jam berapa , kapal telah berlayar kembali, aku terbangun karena angin kencang bertiup menyapa sekujur tubuh ,juga cipratan air laut bercampur air hujan membasahi wajah, uhhhh …..asin……. Walaupun perahu tertutup terpal tetap saja air hujan masuk melalui celah2 kecil terbuka. Basah-basahan. Gak papa, justru seru pengalaman seperti ini. Hanya ada ketika ikut tur ini, hm…….Tidurlah……….. tidur bersama ayunan ombak dan serpihan air hujan.